Seberapa Besar Bunga yang Anda Bayar Untuk KPR Jika Dihitung Total? Ini Datanya

Kredit Pemilikan Rumah (KPR) merupakan salah satu fasilitas yang diberikan oleh beberapa bank. Tujuannya yakni sebagai kredit yang bisa digunakan untuk membeli rumah ataupun kebutuhan lainnya. Adapun jaminan yang dibutuhkan untuk membuat KPR yakni rumah yang akan Anda beli. Dengan skema berupa pembiayaan mencapai 90% dari harga rumah yang ditentukan.

Dengan adanya KPR, tak dipungkiri Anda terbantu untuk mewujudkan impian membeli rumah sendiri. Beberapa bank pun berlomba-lomba untuk memberikan tawaran menarik terkait KPR. Namun, sebelum Anda memutuskan untuk membuat KPR sebaiknya lakukan dulu estimasi total besaran bunga yang akan Anda bayar.


Sebelum Memilih KPR, Perhatikan Beberapa Hal Berikut

1. Estimasi Limit Pinjaman

Besarnya limit pinjaman adalah hal pertama yang sebaiknya Anda cermati. Langkah ini sebaiknya dilakukan sebelum menjumlah simulasi KPR yang akan diajukan. Limit pinjaman atau plafon yang diberikan bank kelak memberikan Anda kemudahan untuk memilih Bank KPR yang tepat.

2. Besaran Suku Bunga

Hal berikutnya adalah memastikan bahwa Anda tahu cara menghitung suku bunga. Itu dilakukan sebelum Anda memutuskan untuk memilih KPR. Sebaiknya Anda tidak gampang tergiur dengan pemberian suku bunga yang renda. Anda bisa melihat terlebih dulu contoh tabel cicilan untuk mengetahui kisaran cicilan bulanan. Serta penting pula untuk memperhatikan sistem suku bunga, baik itu suku bunga mengambang atau tetap.

3. Tenor KPR

Umumnya beberapa bank penyedia jasa KPR memberi tenor (masa pinjam) 15-20 tahun. Semakin lama Anda memperpanjang tenor, maka tak menutup kemungkinan besarnya cicilan yang dibebankan kian sedikit.

4. Proses Pengajuan

Lamanya proses pengajuan juga harus Anda perhatikan. Umumnya proses memakan waktu mingguan hingga bulanan. Tentunya bank dengan proses pengajuan cepat menjadi pilihan tepat.

5. Besaran Penalti

Dengan adanya tenggat waktu pelunasan, tentu ada perjanjian-perjanjian yang harus disepakati antara peminjam dengan pemberi pinjaman. Penalti pun menjadi salah satu konsekuensi apabila Anda sebagai peminjam tak mampu melunasi KPR dalam tenggat waktu yang disepakati.

6. Fasilitas dan Administrasi

Beberapa bank KPR kerap memberikan fitur tambahan kepada peminjam. Mulai dari penambahan limit KPR, kredit multiguna, hingga asuransi kebakaran untuk rumah. Sementara itu, Anda pun perlu memperhatikan besaran biaya administrasi yang akan dikenakan. Biaya tersebut biasanya meliputi biaya notaris, pengecekan sertifikat, balik nama, hingga biaya asuransi.

Data Seputar Besaran Bunga untuk KPR

Berdasarkan regulasi terbaru yang dikeluarkan Bank Indonesia (BI), ada penetapan uang muka KPR. Yakni untuk rumah tapak pertama sebesar 15%. Lalu rumah kedua 20%. Serta uang muka sebesar 25% untuk rumah berikutnya. Semisal Anda membeli rumah seharga Rp 300 juta, maka total besaran bunga yang Anda peroleh dengan rincian sebagai berikut:

1. Uang Muka = 15% × harga rumah

= 15% × Rp 300 juta

= Rp 45 juta

Dari hasil tersebut dapat diketahui harga pokok kredit

2. Harga Pokok Kredit = Harga rumah – uang muka

= Rp 300 juta – Rp 45 juta

= Rp 255 juta

Kendati demikian, Anda juga perlu memperhatikan penghitungan bunga yang diterapkan oleh bank yang Anda pilih. Sebab, masing-masing bank memiliki sistem penghitungan yang berbeda. Jika bank yang Anda pilih menetapkan bunga sebesar 10% dengan tenor selama 5 tahun, maka total besaran bunga yang Anda peroleh sebagai berikut:

3. Total Bunga = Harga pokok kredit × bunga per tahun × tenor

= Rp 255 juta × 10% × 5 (tahun)

= Rp 127,5 juta

Untuk mengetahui besaran bunga per bulan, Anda bisa membagi total bunga dengan tenor dalam satuan bulan yakni 5 tahun × 12 bulan = 60. Sehingga total bunga per bulan sekitar Rp 2.125.000.

Hasil penghitungan besaran bunga dengan pemisalan angka tersebut diharapkan mampu memberikan gambaran bagi Anda untuk memilih KPR bank. Tentunya KPR tersebut harus disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan Anda, khususnya terkait finansial.